Kamis, 07 Februari 2013

Pantun Teka-Teki [Dan Jawabannya]

Berikut ini adalah kumpulan pantun teka-teki dan jawabannya yang bisa anda simak sebagai bahan bacaan yang menghibur saat santai atau dalam aktifitas surfing anda di internet ...

Kompilasi Pantun Teka-Teki

Mulut manis hati nak baik,
Itulah amalan turun temurun;
Benda apa yang akan naik,
Apabila saja hujan turun.(payung)

Pergi umrah setiap tahun,
Moga sentiasa murah rezeki
Dalam batang ada daun,
Dalam daun ada isi?(lemang)

Terbang tinggi si burung helang
Hinggap di atas pohon meranti
Anak ramai ibunya seorang,
Bila bergesel berapi-rapi?(mancis)

Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun? (api)

Cik Limah bersama anak lelaki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tidak berkaki,
Yang dikejar tiada berekor?(ular dan katak)

Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun? (umur)

Ada tubuh ada tangan,
Tiada kepala tiada kaki;
Sangat berguna waktu hujan,
Apakah dia yang dimaksudkan ini.(baju hujan)

Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan? (belon)

Budak-budak ramai di pekan
Hari raya membakar petas
Kalau adik pandai kiasan
Apakah buah gugur ke atas?(buah Melaka)

Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar? (gigi)

Buah budi bidara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?(buah hati)

Hidup aman di dalam kota,
Ada pemimpin bernama raja;
Buruh-buruh rajin bekerja,
Askar bertugas setiap masa.(anai-anai/semut)

Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati? (gasing)

Walau dibungkus bukan kiriman,
Sudah takdir tuhan yang satu,
Meski ditanam bukan tanaman,
Cubalah teka apakah itu?(mayat)

Bila kecil boleh ditiup,
Sudah besar janganlah lagi,
Kalau tercucuk ia meletup,
Kalau terlepas terbangnya tinggi.(balon)

Tinggi duduk di atas sekali,
Bukan bulan bukan matahari;
Bila malam ia berseri,
Bila siang ia berganti.(bintang)

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai? (buah melaka)

Sekian, semoga pantun tebak-tebakan diatas bisa menghibur..

artikel terkait :
pantun gombal
pantun galau
pantun gaul
pantun romantis

Kirim Karya [cerpen / puisi / cerita]

Jika kamu bisa membuat karya sastra seperti [puisi, cerpen dan cerita], blog ini siap menampung kreatifitas kamu untuk di muat agar dapat di baca oleh orang banyak di internet.

Bagi yg berminat, baca dulu syarat dan ketentuannya :

  • Tulisan yang dikirim adalah karya asli yang belum pernah di publikasikan di tempat lain (website/blog) kecuali pada media cetak. 
  • Harap untuk menyertakan nama pengarang bersama dengan tulisan.
  • Karya cerpen atau puisi yang di kirim harus ditulis dalam bahasa yang baik dan benar. Tidak boleh menggunakan bahasa chatting atau SMS dan bahasa 4l4y lainnya.
  • Kategori karya tidak di batasi seperti cerpen cinta, cerpen persahabatan, puisi romantis, puisi perjuangan, cerita motivasi, cerita humor, dll. 
  • Karya yang akan di publikasikan akan melalui proses editing terlebih dahulu oleh saya selaku admin.
  • Karya yang telah di kirimkan telah menjadi hak penuh admin, sehingga kamu tidak dapat meminta penghapusan karya yang sudah di muat.
Bagi yang karyanya di publikasikan berhak memuat foto dan nama di akhir karya serta berhak mendapatkan maksimal 2 live link menuju website/blog atau menuju social media profile (facebook/twitter).

Ayo segera kirim karyamu ke dombiza@gmail.com dengan format :

kepada : dombiza@gmail.com
subjek : cerpen / puisi / cerita - nama kamu
isi : masukkan karyamu di sini ....

Ok, di tunggu yach !!!

Minggu, 03 Februari 2013

Pantun Gombal - Lucu Dan Gokil

Pantun gombal - Kali ini admin akan memberikan kumpulan pantun gombal romantis yang bisa kamu berikan lewat sms atau lewat chating kepada target PDKT. Disini kamu perlu memperhatikan subjek pantun gombal agar kesannya sopan dan harus dibawa santai pula. Semoga pantun gombal romantis ini bisa di pergunakan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan...

Kumpulan Pantun Gombal

Peras santan,
di pinggir kali.
Nelpon mantan?
Boleh lah skali-kali.

Bikin anak,
di pojokan sekolah.
Kalau mau enak,
nikah dulu lah.

Ubek-ubek peti,
cari gunting.
Saking cinta mati,
neng rela bunting.

Tiduran di tandu,
berjam-jam.
Hati merindu,
mata sulit memejam.

Main mata,
mesem-mesem.
Neng tetep cinta,
biarpun abang keteknya asem.

Jangan tanya,
kapan lulus kuliah.
Ga dapet anaknya,
mamanya boleh lah.

Potong sebahu,
biar ga sendu.
Kamu tahu?
Aku rindu.

Kotak amal,
di goyang-goyang.
Kemarin aku di ramal,
jodohnya sama abang.

Panasin mentega,
karena mulai beku.
Kamu mau ga,
jadi imamku?

Nangis-nangis,
mobil kena srempet.
Neng manis,
mau dong dipepet.

Pecahan genting,
di bawah kursi.
Betah meeting,
karena si boss seksi.

Namanya penjahat,
polisi jadi inceran.
Bosan jadi temen curhat,
maunya pacaran.

Hari Jumat,
pada pake batik.
Salam hormat,
buat neng cantik.

Nembak itik,
langsung kena.
Kamu cantik,
hey nona!

Ga punya pendirian,
bikin jemu.
Ga mau sendirian,
maunya bobo sama kamu.

Potong kuku,
pendek-pendek.
Hatiku beku,
si abang mendadak ngondek.

Malam Jumat,
setan pada bertamu.
Rinduku kumat,
siang tadi ga bertemu.

Tunda lapar,
makan indomi.
Hati menggelepar,
cintapun bersemi.

Ikan lohan,
di atas tungku.
Daripada duduk jauhan,
mendingan abang pangku.

Duduk anteng,
nungguin loyang.
Abang ganteng,
mau dong digoyang.

Kuda sembrani,
larinya kencang.
Kalau berani,
nyatain dong sekarang.

Mata belo,
ala komedian.
Gue sama elo?
maunya jadian.

Pergi jalan-jalan,
jam 11 harus balik.
Ga ada penyesalan,
kamulah yang terbaik.

Artis ngondek,
senyumannya membius.
Ga masalah pendek,
yang penting kamu religius.

Ke salon creambath,
biar aliran darah lancar.
Bosen ah jadi sahabat,
maunya jadi pacar!

Makan semangka,
makan kedondong.
Kalau suka,
nyatain dong.

Beli ketan,
beli kain songket.
Biar udah mantan,
kita tetep lengket.

Lagi galau
dihibur Upin Ipin.
Bagaimana kalau
kita tukeran Pin?

Demikian artikel pantun gombal yang bisa saya berikan kali ini, semoga menghibur.

artikel terkait :
pantun galau
pantun gaul
pantun romantis
pantun jenaka

Pantun Galau - Ungkapan Rasa Galau Terbaru

Pantun Galau - Artikel berikut ini adalah beberapa kompilasi pantun galau terbaik yang dikutip dari berbagai sumber. Ungkapan kegalauan hati melalui pantun ini diharapkan dapat membantu anda mengapresiasikan perasaan galau dan sesak karena berbagai persoalan hidup seperti masalah cinta dan hubungan.

Kumpulan Pantun Galau

Bapak ibu beli barang antik,
belinya deket pohon beringin.
Walau beribu cewek cantik,
cuman kamu yang aku kangenin.

Beli ketela sama si mulan,
rakit dinamit campur jamu.
Aku rela gak makan sebulan,
asal bisa semenit deket kamu.

Raja dan ratu naik kereta api,
nangis karna lama tak bertemu.
Jangankan waktu aku mimpi,
waktu pipis aja aku inget kamu.

Di bawah gigi ada jakun,
di atas rahang ada tulang.
Jadi rugi pergi ke dukun,
pacar hilang uang melayang.

Kain boLong bukan kain goni
Bolong semua tanpa terkecuaLi
Hati kosong tak berpenghuni
hati gaLau tak ada yang perduLi

Raja dan ratu naik kereta api,
nangis karna lama tak bertemu.
Jangankan waktu aku mimpi,
waktu pipis aja aku inget kamu.

Pohon beringin di tumbuhi benalu
Rindang, di halaman depan
Eh kemarin adalah masalalu
Sekarang dan seterusnya adalah masa depan

Ada ranting Ada dahan
Ada Logam Ada berlian
Nah kamu yang lagi berjauhan
Adakah kepercayaan diantara kalian

Tinggi batang pohon jambu
Tumbuh di sisi pohon mangga
Engkau dan aku adalah satu
Tapi sayang mintanya berteman saja

Buah tomat berwarna merah
Buah markisa berwarna kuning
Eh lo yang suka berceramah
Tuh ada mangsa jomblo lagi pusing

Dingin dingin pake selimut
Selimutnya berwarna hijau
Nih fikiran lagi kalut
Tak tau apa yang yang mengacau

Jangan ditatap sinar mentari...
Nanti matamu menjadi silau...
Jangan diratap pacar yg lari...
Nanti jiwamu menjadi galau...

Jari jemari memetik senar...
Silih berganti sungguh dinamis ...
Selama mentari masih bersinar ...
Hidup mesti selalu optimis ...

Demikian artikel kompilasi pantun galau kali ini, semoga menghibur anda yang sedang galau.

artikel terkait :
pantun gaul
pantun romantis
pantun jenaka
pantun nasehat

Jumat, 01 Februari 2013

Puisi Alam - Indahnya Negeri Ini

INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan      

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

Nah, cukup sekian puisi alam yang bisa saya berikan kali ini, semoga menginspirasi,..!!

Puisi Alam - Sajak Matahari

SAJAK MATAHARI
Karya : W.S. Rendra

Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.

Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !

Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.

Matahari adalah cakra jingga
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !

Yogya, 5 Maret 1976

Demikian puisi alam yang sempat di posting kali ini, semoga bermanfaat.. !!

Puisi Alam - Alam Di Lembah Semesta

ALAM DILEMBAH SEMESTA
Puisi Ardian.H

Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahyanya menusuk citra

Pahatan Gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud
Tinggi . . . Tajam . . .

Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak

Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah kaki-kaki menjejak karya-karyaNYA

Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna

Sungguh jelita permadani ini
Terbarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya

Serasa bertualang di negeri tak bertuan

Demikian puisi alam kali ini, semoga menginspirasi ...!